Berbagai Tipe Thermocouple

Selamat pagi para pencari ilmu. Thermocouple tentunya nama ini sudah anda ketahui karena pada beberapa hari yang lalu saya telah membahas mengenai thermocouple baik bentuk diskrpisi hingga cara kerja dari alat ini. untuk memperdalam ilmu anda mengenai thermocouple pagi hari ini saya ingin sharing mengenai Berbagai Type Thermocouple.

Sedikit review dari tulisan saya sebelumnya. Thermocouple adalah salah satu dari beberapa jenis sensor temperatur yang menggunakan metode secara elektrik yang tediri dari dua logam konduktor yang berbeda yang menjadi satu pada ujung yang lainnya. sudah ingat lagi kan? mari langsung saja ke pokok tulisan kita hari ini yaitu mengenai Tipe – tipe dari thermocouple.

Tipe – tipe Thermocouple

Tipe – tipe thermocouple dibagi menjadi 2 spesifikasi utama yaitu

  1. Thermocouple berdasarkan probenya
  2. Thermocouple berdasarkan logam pembentuknya.

1. Tipe thermocouple berdasarkan probe atau sambungannya

Berdasarkan jenis probe atau sambungannya thermocouple dibagi menjadi 3 yaitu

1.1. Exposed Junction (Probe) themocouple

  • thermocouple yang menggunakan tipe probe ini memiliki reponse yang paling cepat diantara tipe probe yang lain
  • memiliki daya tahan yang cukup terbatas dikarenakan terkorosi,
  • probe ini tidak memiliki pelindung atau bisa dikatakan di luar dari cover.

1.2. Insulated Junction (Probe) thermocouple

  • Tipe probe yang paling banyak digunakan
  • Memiliki response yang cukup lambat dikarenakan probe dalam kondisi tertutup cover
  • Memiliki lifetime yang cukup lama dikarenakan sensor tertutupi oleh cover

1.3. Junction reference to electrical ground (Probe) thermocouple

  • Probe tipe ini adalah probe yang memiliki grounding dengan cara  menempelkan thermcouple dengan cover dengan cara dilas.
  • Memiliki response yang lebih cepat dari insulated namun tidak lebih cepat dari tipe exposed.
  • Memliki lifetime yang tidak kalah lama dengan tipe insuleted karena sama – sama tercover.

untuk lebih jelasnya kita bisa lihat gambar

2. Tipe thermocouple berdasarkan bahan penyusunnya

Berdasarkan jenis bahan penyusunnya thermocouple dibagi menjadi 9 yaitu

1. Tipe K (Nikel – Chromel / Nikel – Alloy)

Termokopel tipe K terdiri dari;   nikel dan kromoium pada sisi positif (Thermocouple Grade) sedangkan sisi negatif negatif (Extension Grade) terdiri dari  nikel dan alumunium. Thermocouple jenis ini sering dipakai pada  tujuan umum dikarenakan cenderung lebih murah. Tersedia untuk rentang suhu 0 °C hingga +1100 °C

2. Tipe E (Nikel – Chromel / Constantan (Cu-Ni alloy))

Termokopel tipe E terdiri dari  nikel dan kromium  pada sisi positif (Thermocouple Grade) sedangkan sisi negatif negatif (Extension Grade) nikel dan tembaga. Thermocouple ini memiliki output yang besar (68 µV/°C) membuatnya cocok digunakan pada temperatur antara  0 °C hingga +800 °C. Properti lainnya tipe E adalah tipe non magnetik.

3. Tipe J (Iron / Constantan)

Termokopel tipe J terdiri dari  Besi  pada sisi positif (Thermocouple Grade) sedangkan sisi negatif negatif (Extension Grade) sekitar  nikel dan tembaga. Rentangnya terbatas (20 hingga +700 °C) membuatnya kurang populer dibanding tipe K. thermocouple tipe J  ini memiliki sensitivitas sekitar ~52 µV/°C

4. Tipe N (Nicrosil (Ni-Cr-Si alloy) / Nisil (Ni-Si alloy))

Termokopel tipe N terdiri dari   nikel , 14 kromium dan 1.4 silikon pada sisi positif (Thermocouple Grade) sedangkan sisi negatif negatif (Extension Grade) nikel, silicon  dan magnesium . Stabil dan tahanan yang tinggi terhadap oksidasi membuat tipe N cocok untuk pengukuran suhu yang tinggi tanpa platinum. Dapat mengukur suhu di atas 1200 °C. Sensitifitasnya sekitar 39 µV/°C pada 900 °C, sedikit di bawah tipe K. Tipe N merupakan perbaikan tipe K.

Termokopel tipe B, R, dan S adalah termokopel logam mulia yang memiliki karakteristik yang hampir sama. Mereka adalah termokopel yang paling stabil, tetapi karena sensitifitasnya rendah (sekitar 10 µV/°C) mereka biasanya hanya digunakan untuk mengukur temperatur tinggi (>300 °C).

5.Type B (Platinum-with 30% Rhodium /Platinum-with 6% Rhodium)

Termokopel tipe B terdiri dari Rhodium dan platinum 30% pada sisi positif (Thermocouple Grade)  sedangkan sisi negatif negatif (Extension Grade) platinum. Cocok mengukur suhu di atas 1800 °C. Tipe B memberi output yang sama pada suhu 0 °C hingga 42 °C sehingga tidak dapat dipakai di bawah suhu 50 °C.

6.Type R (Rhodium with Platinum  13%  / Platinum )

Termokopel tipe R terdiri dari  Rhodium dan platinum 13%  pada sisi positif (Thermocouple Grade) dan sisi negatif negatif (Extension Grade) Platinum. Cocok mengukur suhu di atas 1600 °C. sensitivitas rendah (10 µV/°C) dan biaya tinggi membuat mereka tidak cocok dipakai untuk tujuan umum.

7.Type S (Platinum with 10% Rhodium/Platinum )

Termokopel tipe S terdiri dari  Rhodium dan platinum 10%  pada sisi positif (Thermocouple Grade) dan sisi negatif negatif (Extension Grade) nikel dan tembaga. Cocok mengukur suhu di atas 1600 °C. sensitivitas rendah (10 µV/°C) dan biaya tinggi membuat mereka tidak cocok dipakai untuk tujuan umum. Karena stabilitasnya yang tinggi Tipe S digunakan untuk standar pengukuran titik leleh emas (1064.43 °C).

8.Type T (Copper / Constantan)

Termokopel tipe T terdiri dari  Tembaga dan pada sisi positif (Thermocouple Grade) sedangkan sisi negatif negatif (Extension Grade) Constanta. Cocok untuk pengukuran antara −200 to 350 °C. Konduktor positif terbuat dari tembaga, dan yang negatif terbuat dari constantan. Sering dipakai sebagai alat pengukur alternatif sejak penelitian kawat tembaga. Type T memiliki sensitifitas ~43 µV/°C

Berikut adalah table Tipe thermocouple menurut standar International hingga berbagai negara.

Jika anda ingin mendapatkan referensi yang lebih jelas mengenai thermocouple anda dapat melihat ke link ini http://www.thermometricscorp.com/. semoga bisa membantu anda dalam mempelajari alat – alat instrument yang insyaallah akan terus kita update. terimakasih sampai berjumpa di sharing tulisan lainnya. jika ada kritik dan saran bisa langsung menyampaikan commentnya atau dapat ke email saya snap.fajar@gmail.com

Salam Semangat.

About Fajar Santoso

Seseorang yang ingin berusaha menjadi lebih baik dengan mencoba memberikan sesuatu yang bisa diberikan. Penuh Semangat dengan optimisme yang tinggi. Allahu Akbar...

Posted on June 6, 2012, in Instrumentasi and tagged , , , . Bookmark the permalink. 3 Comments.

  1. kalo thermocouple yg pake infra red prinsip kerjanya gimana yah?

  2. Met siang, mau tanya nih, untuk mengukur suhu di stockpile/stock room (tempat penumpukan batubara) thermocouple type mana yang cocok (probe dan bahan penyusunnya) ? kalo boleh tahu berapa harganya ? terimakasih sebelumnya

  3. selamat siang, kalau mau beli kemana pak?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: